Hari Hutan Sedunia

Seminggu yang lalu pada hari Senin, 21 Maret 2016 bertepatan dengan Hari Hutan Sedunia dan sudah memasuki tahun ketiga sejak pertama kali diperingati pada tanggal 21 Maret 2013 berdasarkan resolusi PBB pada 28 November 2012. Memang belum banyak yang tau tentang peringatan Hari Hutan Sedunia ini, Meskipun begitu kita sebagai manusia juga harus memiliki kepekaan mengenai kondisi hutan terkini dan mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya serta melestarikannya.

Dari data yang dilansir dari UN Department of Social and Economic Affairs bahwa setiap tahunnya 13 juta hektar hutan menghilang dari muka bumi. Jika hal itu terus terrjadi maka ini akan sangat mengancam keberlangsungan hidup umat manusia, karena hilangnya hutan maka ekosistem akan rusak, sumber air bersih akan hilang dan pangan juga akan terputus.

Hari ini Indonesia berada di peringkat kedua dalam kategori negara yang mempunyai kerusakan hutan paling parah dengan luas kerusakan hutan mencapai 28 juta hektar. Padahal hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia, apalagi hutan sangat berperan bagi pembangunan bangsa, bahkan hutan Sumatera dan Kalimantan termasuk kedalam 11 wilayah didunia yang berkontribusi terhadap lebih dari 80% kehidupan global. Karena kerusakan hutanlah yang menyebabkan bencana banjir, longsor dan lainnya.
Beberapa waktu belakangan Indonesia dikenal sebagai Negara Pengekspor Asap didunia. Ironisnya asap tersebut terjadi karena kebakaran hutan yang terjadi di negara kita, Lebih tepatnya pembakaran hutan dan bukan kebakaran hutan. Pembakaran yang disengaja oleh oknum-oknum yang memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Sejak dulu sudah ada penerapan ekonomi hijau Di Indonesia, namun belum memberikan dampak nyata bagi perlindungan dan keanekaragaman hayati . Dalam beberapa waktu terakhir wilayah Indonesia sudah hilang 40%, Ironisnya lahan hutan yang hilang tersebut termasuk kedalam wilayah lahan hutan yang dilarang untuk diutak-atik seperti hutan nasional, dan hutan lindung.Untuk di Provinsi Sumatera Barat sendiri, data yang didapat dari Dinas Kehutanan, keadaan hutannya mengalami kerusakan hutan yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah saat ini juga sedang melakukan penjagaan dan pelestarian hutan dengan menegakkan aturan-aturan perlindungan hutan dan memberikan hukuman kepada pelaku perusakkan hutan, namun hal ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Maka dari itu kita semua mesti membantu tugas pemerintah dengan terus menjaga, melestarikan hutan ini. Kalau bukan kita yang menjaganya, Siapa lagi? Yuk, terus bersinergi agar hutan dapat dinikmati untuk generasi bangsa kedepannya.

0 comments :

Post a Comment